Selasa, 13 November 2012

Contoh soal sesuai kisi kl 8


CONTOH SOAL : UAS GASAL SESUAI KISI-KISI KL 8
SK1 KD 1.1
1. Menyampaikan operasi tambah, kurang, kali, bagi, dan pangkat pada bentuk Aljabar
1.
Bentuk sederhana dari 2(4p + 3q – 5r)- 3(p-2 p + r) adalah…
Jawab:  2( 4p + 3q – 5r) – 3( p – 2 q + r) =
              8p + 6q – 10r – 3p + 6q – 3r      =
        (8p – 3 p) + (6q + 6q) + (-10r – 3r)  =
               5p + 12q – 13r
SK1 KD 1.2
2. Menentukan faktor bentuk aljabar
2.
Hasil dari (3p + 5) (2p – 1) adalah …
Jawab: ( 3p + 5)(2p – 1)  =
            3p.2p + 3p.(-1) + 5.2p + 5.(-1) =
              6 p² - 3 p + 10p -5                  =
              6 p² + 7p - 5
SK1 KD1.3
3. Menyederhanakan bentuk aljabar dengan memfaktorkan
3.
Salah satu faktor dari x² - 11x + 30 adalah…
Jawab: x² - 11x + 30 = x² - 6x -5x + 30 =
                                   x(x-6) – 5(x-6)     =
                                    ( x – 5) (x-6)
SK1 KD 1.3
4. Menyatakan suatu relasi dan fungsi dengan notasi, diagram, atau grafik
4.
Relasi yang tepat dari himpunan A ke himpunan B yang ditunjukkan oleh grafik berikut adalah …
                                                           Jawab: relasi dari A ke B : satu lebihnya dari
SK1 KD1.4
5. Menghitung nilai fungsi
5.
Diberikan fungsi   f : x ® 2x – 10. Nilai dari f(-8) = …
Jawab:  f : x ®2x – 10
            f(x) = 2x – 10                 f(-8) = 2. (-8) – 10 = -16 – 10 = - 26
SK 1 KD 1.4
6. Menentukan bentuk fungsi
6.
Perhatikan table di atas, rumus fungsi f(x) adalah …
Jawab:
\ f(x) = 2 x + 1
SK 1 KD 1.5
7. Menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius
7.
Himpunan pasangan berurutan yang tepat dari gafik Cartesius di samping adalah …
Jawab:
{(1,2), (2,4), (3,5), (4,4), (5,2) }
 
SK 1 KD 1.6
8. Menentukan gradien
8.
Gradien dari garis 3x – 6y + 1 = 0 adalah…
Jawab:     3x – 6y + 1 = 0
 Û              - 6y          = -3x – 1
 Û                  y          =   x -
 Û                  y          =   x  +
                        \   m =     
SK 1 KD 1.6
9. Menentukan persamaan garis dan grafiknya
9.
Perhatikan gambar garis berikut!
Persamaan garis j adalah…
Jawab:  garis j memotong sb x di (-4,0)
             garis j memotong sb y di (0,3)
gradien garis j : m =   =   =
persamaan garis j m=, melalui titik (0,3),
y-y1 = m ( x-x1) ;  y-3=  (x-0); 4y -12 = 3x
 



SK 2 KD 2.1
10. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel
10.
Himpunan penyelesaian dari  ( x – 2y) = 9 dan   = 1 adalah …
Jawab :   ( x – 2y) = 9
Û         3x – 6y      = 18  …  (1)
                      =  1
Û         3x + 2y      =  2  …   (2)
Eliminasi x :
                        3x – 6y = 18
                        3x + 2y = 2   -
                        -6y – 2y=18-2
                               -8y =16
                                   y= = -2
Substitusi y = -2, ke persamaan (1):
                      3x – 6y     = 18
                      3x – 6(-2) =  18
                      3x             =  18 – 12 = 6
                                     x=             = 2
\HP = {(2,-2)}            
                        
SK 2 KD 2.2
11. Membuat model matematika dari masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV
11.
Diketahui jumlah dua buah bilangan bulat adalah 57, sedangkan selisihnya  adalah 23. Model matematika yang tepat untuk keadaan tersebut adalah…
Jawab:  Misal : x = bilangan bulat ke-1
                         y = bilangan bulat ke-2
Model matematika :  2x + 2y = 57
                                  2x  - 2y = 23 
SK 2 KD 2.3
12. Menyelesaikan model matematika masalah sehari-hari yang berkaitan dengan SPLDV
12.
Satu tahunlalu umur Budi dua kali umur Andri, sementara dua tahun yang akan datang umur Andri adalah   umur Budi. Umur Andri sekarang adalah …
Jawab: Misal   : x = umur Budi ;      y = umur Andri
            Model  :  x- 1 = 2y … (1)    ;    y + 2 =   x  … (2)
            Persamaan (1) diubah menjadi :  x = 2y + 1 … (3)
            Substitusi persamaan (3) ke persamaan (2):
                   y+ 2  = .(2y+1)
Û        3y  + 6     =  4y + 2
Û       -y              =  2 – 6  = -4
Û        y              =  4
Substitusi y= 4, ke persamaan (3):
           x= 2.4 + 1 = 8 +1 = 9
\ Umur Andri sekarang adalah 4 tahun.            
SK 3 KD 3.1
13. Menentukan rumus Pythagoras, Tripel Pythagoras
13.
Tentukan kumpulan bilangan yang termasuk tripel Pythagoras, paling sedikit satu.
C=5
 
Jawab:  3, 4, 5                  c= 5, b = 4, a = 3
           5²= 3²+ 4²
∟
 
a=3
 
       25= 9  + 16
b=4
 
       25= 25

SK 3 KD 3.2
14. Menghitung panjang sisi-sisi segitiga siku-siku.14. Segitiga KLM siku-siku d di L. Jika KL = 6 cm, dan KM = 10 cm, maka panjang LM adalah …
TP : KM²=KL²+LM²; LM²=KM²-KL²
            = 10²-6²=100-36=64
     LM =Ö64 = 8 cm


 
Jawab:                                                 


 





SK 3 KD 3.3
15. Menghitung panjang diagonal, keliling, atau luas pada bangun datar yang berkaitan dengan Teorema Pythagoras
15.
Diberikan sebuah persegi dengan luas 50 cm².
Hitunglah : a. panjang sisi!    B. panjang diagonalnya!
Jawab:  a. Lp = s²
                 50 = s²
                   s=   Ö50 = 5 Ö2 cm
            b. Panjang diagonal:
                   d²= s²+s²      = (Ö50)²+(Ö50)²       = 100
                                        d=Ö100=10    cm                                     

Selasa, 06 November 2012

NILAI PELUANG

NILAI PELUANG
(KIR KL 7-8, Kamis, 8 November 2012)



Nilai peluang suatu kejadian berkisar 0 sampai dengan 1. Secara matematis, hal itu ditulis
0<=P(K)<= 1, dengan P(K) adalah peluang suatu kejadian K.
Jika nilai peluang suatu kejadian sama dengan nol atau P(K)=0, nilai tersebut menunjukanbahwa kejadian K tidak mungkin terjadi. Misalnya, pada pelemparan dadu,
peluang munculnya dadu bernomor 7 adalah nol, atu P(7)=0 karena pada dadu tidak
terdapat mata dadu yang bernomor 7. Untuk kejadian-kejadian lain yang nilainya mendekati
nol, berarti kemungkinan kejadian tersebut terjadi sangat kecil.
Sebaliknya, jika nilai peluang suatu kejadian sama dengan satu atau P(K)= 1, nilai tersebut
menunjukan bahwa kejadian K pasti terjadi. Misalnya, pada pelemparan sebuah dadu, peluang munculnya mata dadu yang lebih dari 0 tetapi kurang dari 7 adalah 1. Denagn kata lain,
munculnya mata dadu yang lebih dari 0 tetapi kurang dari 7 adalah 1. Dengan kata lain, munculnya mata dadu yang lebih dari 0, tetapi kurang dari 7 merupakan suatu kejadian
yang pasti terjadi.
Kesimpulan:
1. Peluang suatu kejadian nilainya dari 0 sampai dengan 1 (ditulis 0<=P(K),=1).
2. Peluang suatu kejadian yang tidak mungkin terjadi, nilainya nol atau P(K)=0
    (kejadian tersebut dinamakan kejadian yang mustahil)
3. Peluang suatu kejadian yang pasti terjadi, nilainya 1 atau P(K) =1
    (kejadian tersebut dinamakan kejadian nyata/pasti).
Jika kejadian L merupakan komplemen dari kejadian K maka P(K)+P(L)=1 atau P(L)=1-P(K).
Misalkan, peluang hari ini hujan 0,3 maka peluang hari ini tidak hujan adalah 1-0,3=0,7.

Selasa, 25 September 2012

PELUANG KEJADIAN

PELUANG KEJADIAN


Peluang kejadian dapat dihitung melalui pendekatan frekuensi relatif.
1. kejadian acak : contoh pelemparan mata uang dan mata dadu.
 2. Kejadian sederhana: contoh pengambilan kartu secara acak dari seperangkat kartu bridge.
3. frekuensi relatif atau peluang suatu kejadian



                     f = banyak kejadian K
                           banyak percobaan


kegiatan kir tg 27 September 2012

Senin, 17 September 2012

Materi KIR Kamis , 20 September 2012


Penyajian dan Penafsiran Datang

1. Penyajian Data Sederhana
   1. daftar Nama alfabetis dan daftar nilai
    2. Tabel frekusensi dari nilai yg paling kecil (urut)
    3. Tabel distribusi frekuensi (turus)
2. Penyajian Data dalam bentuk diagram batang
   Diagram batang merupakan salah satu bentuk diagram yang dapat digunakan untuk menyajikan data.
Komponen:
1. Sumbu mendatar: digunakan untuk  menunjukkan jenis kategori, misal SD, SMP< SMA, dan SMK.
2. Sumbu tegak: digunakan untuk menunjukkan frekuensi, misalnya banyak siswa.
(Tabel dan Penafsiran).
Ukuran Pemusatan:

1. Mean
2. Median
3. Modus

1. Mean
   Data Tunggal (Datum)

   Data Berkelompok
2. Median
   Data Tunggal
   Data Berkelompok
3. Modus
   Data Tunggal
   Data Berkelompok



Jumat, 14 September 2012

Materi KIR Kelas 7

Statistika dan Peluang


a. Ukuran pemusatan
b. Penyajian dan Penafsiran data,
1. Penyajian data tunggal atau berkelompok dalam bentuk tabel dan diagram,
 2. Penafsiran diagram suatu data tunggal,
c. Peluang Kejadian
 1. Percobaan dan ruang sampel,
  2. Peluang suatu kejadian,
d. aturan pencacahan
 1. Aturan penjumlahan dan aturan perkalian,
  2. Permutasi dan kombinasi,
e. Pemecahan masalah yang berkaitan dengan statistika dan peluang.

Minggu, 09 September 2012

Gemar Membaca

Gemar Membaca


Tanggal 8 September telah ditetapkan sebagai hari aksara internasional.
Kebijaksanaan dan kearifan penentuan adanya hari aksara tsb., menunjukkan bahwa
sebagai insan kamil harus tekun belajar. Mengkaji ilmu pengetahuan dan teknologi dengan melalui mempelajari aksara. Aksara bisa memiliki makna apabila ada tautan baik lemah maupun kuat, dengan pajanan dalam dunia nyata.
Iqro, dalam keniscayaan firman-NYA, adanya jauh lebih terdahulu sebelum pencanangan hari aksara internasional.
Oki.., kita semua wajib bersyakur atas segala karunia ini, sehingga kita benar-benar bisa mendekati secara kompak untuk mulai membaca.
Membaca segala aksara baik yang tersirat maupun yang tersurat  adalah sebuah kebijaksanaan yang mengejawantahkan sebuah kearifan.
Arif dan bijaksana adalah karakter yang  sebisa-bisa diciptakan dari kebiasaan membaca.
Siapa yang gemar membaca, semoga menjadi insan yang arif-bijaksana. Wallahua'lambisawab.